Travel Journal

#ExploreBali 2016 AirportID – Melihat, Merasakan Wajah Cantik Pulau Dewata Sesungguhnya

“Kejernihan mata air Tirta Empul dan ketakjuban pada candi yang menempel di dinding tebing peninggalan abad 11”

 

Day 5 (27 Mei 2016)

Tibalah hari terakhir dimana saya dan Tim AirportID melakukan penjelajahan berbagai tempat wisata menarik di Bali. Hari ini kami bergegas menuju Tirta Empul yang merupakan nama sebuah pura di Tampak Siring, Nama Tirta Empul diambil dari mata air yang menyembul keluar dari permukaan tanah yang ada di dalam pura ini. Tirta empul mempunyai nilai historis yang tinggi karena pura tersebut dibangun pada 962 M. Di bagian lain Pura Tirta Empul memiliki kolam dengan beberapa buah pancuran yang biasa digunakan masyarakat Hindu Bali untuk melakukan pelukatan atau penyucian diri.

Saya melihat begitu banyak wisatawan yang antusias mencoba untuk melakukan penyucian diri dengan didampingi oleh seorang pemandu wisata.  Namun waktu yang sangat terbatas mengharuskan saya untuk tidak berlama-lama disana.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah makan siang sembari menikmati jajanan pisang yang dijual oleh ibu-ibu di depan pintu masuk pura, saya berjalan menuju Candi Gunung Kawi. Turunan tangga yang terjal membuat saya berhenti beberapa kali untuk mencapai situs candi. Beruntung saat istirahat di sepanjang jalur tangga saya dapat melihat-lihat kerajinan tangan masyarakat setempat yang begitu apik. Perjalanan pun berlanjut, saya pun melewati sungai dan hamparan persawahan. Tak berapa lama saya pun sampai pada situs candi. Saya terpukau dengan pahatan indah abad 11 yang menjulang tinggi menempel pada dinding-dinding tebing menyerupai gunung. Itulah mengapa candi ini disebut dengan Candi Gunung Kawi.

Candi Gunung Kawi awalnya dipercaya diperuntukan sebagai makam para raja-raja pada jaman dahulu. Suasana candi yang seperti berada di hutan dengan sungai yang membelah di tengah-tengahnya membuat saya terbuai akan ketenangan dan kedamaiannya. Tak terasa sore hari menyelinap di sela-sela aktivitas hari ini mengingatkan saya dan Tim AirportID untuk beranjak ke tempat selanjutnya. Tak lupa kami berbelanja buah tangan sebelum detik-detik kepulangan kami ke kota masing-masing. Di toko Krisna saya membeli beberapa pie susu makanan favorit khas Bali dan beberapa bungkus kopi Bali cap kupu-kupu bola dunia untuk teman dan sanak keluarga yang menunggu di rumah.

Mengakhiri perjalanan menyenangkan di bali beberapa hari ini membuat saya sedih meninggalkan pulau yang memberikan saya begitu banyak pengalaman fantastis dan kenangan yang tidak pernah terlewatkan bersama teman-teman dan Tim AirportID yang kini menjadi keluarga baru saya. Perjalanan ini tentu akan membuat saya selalu rindu untuk bertandang kembali ke Bali.

Leave a Reply