Uncategorized

#EXPLOREBALI 2016 (Part 1) – Melihat, Merasakan Wajah Cantik Pulau Dewata yang Sesungguhnya

 

13167305_1120431577996533_65710900_nBerawal dari ketidak sengajaan mengikuti challenge yang di selenggarakan oleh AirportID , saya dan 4 orang finalis lainnya mendapatkan liburan gratis untuk Mengeksplore Bali selama 5 hari 4 malam serta menginap 3 hari 2 malam di Hotel The Oasis Lagoon Sanur . Kerinduan untuk bertandang kembali menikmati semilir angin yang menggoyangan gulungan rambut di pulau dewata pun mendadak menjadi kenyataan. Tanpa berpikir panjang segala sesuatu segera disiapkan guna menunjang perjalanan saya dalam mengeksplore Bali beberapa hari kedepan.

“Patung Mitologi Garuda Wisnu Kencana bernilai seni tinggi, Kedamaian di pantai Melasti dan penghujung hari di Uluwatu”

Day 1 (23 May 2016)

Jadwal tiket di pagi buta membuat saya khawatir akan ketinggalan pesawat yang take off pukul 06.00 wib, alhasil semalaman resah merundung sebelum saya mengatur alarm dengan suara paling kencang pada handphone. Bertolak dari Bandara Adisutjipto Jogja ditemani Gufron yang merupakan finalis #ExploreBali 2016 AirportID dan salah seorang teman bernama Syukron dari Travellerkaskus yang menjadi panitia bagian media partner selama perjalanan kami nantinya. Tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai saya berkumpul dengan beberapa finalis lain dan tim AirportID yang sudah tiba lebih dulu.

Destinasi pertama yang kami singgahi adalah Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berada di Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung dengan waktu tempuh 30 menit dari bandara. Rencananya di sini akan didirikan landmark patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang menunggangi tunggangannya Garuda setinggi 120 meter.Patung GWK sendiri dibuat oleh pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Namun hingga saat ini Patung GWK masih dalam tahap pengerjaan dan diperkirakan selesai tahun 2017. Bisa dibayangkan bila patung telah selesai di bangun dan tersusun dengan megahnya.

image

Tiket Masuk GWK

image
image

Patung Garuda

image

Begitu sampai di pintu masuk pengunjung akan diantarkan menggunakan shuttle bus berdesain otentik untuk mencapai bagian pintu masuk atas komplek taman budaya yang setiap sudutnya bernilai seni tinggi. Komplek Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana ini mempunyai fasilitas yang terbilang lengkap mulai dari tempat pementasan seni tari dan musik khas tradisional bali,  toko cinderamata, serta restaurant dan tempat bersantai untuk melepas lelah setelah puas berkeliling dari sudut ke sudut kompleks taman budaya.

 

image

Keluwesan penari Bali di Panggung Amphitheater

 

image

Sosok pemeran Antagonis

 

image
image

Sesi Foto bersama para pemain

Setelah menikmati setiap lekuk detail patung Garuda Wisnu Kencana, tepat di pematang hari saya dan tim AirportID beranjak menuju pantai Melasti yang biasa digunakan sebagai tempat masyarakat sekitar mengadakan upacara Melasti. Melasti adalah upacara penyucian diri umat Hindu menyambut hari raya Nyepi di pinggir pantai karena air laut dianggap sebagai tirta amerta; air kehidupan. Pantai Melasti berada di Jalan Melasti, Banjar Kelod, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung , Bali merupakan pantai yang terbilang masih sepi karena akses menuju ke pantai ini baru dibuka. Sepanjang jalan menuju ke pantai Melasti akan melewati tebing-tebing tinggi yang dipapas dengan lika-liku jalanan beraspal. Menikmati pantai ini dari berbagai sudut pandang dengan panorama terbentang indah membuat saya lupa waktu.

 

image

Sudut pandang dari atas pantai

 

image

Panorama bentang tebing pantai yang bisa dinikmati dari bawah

image

Kedamaian Pantai Melasti

 

image

Dalam tahap pembangunan

Tidak jauh dari pantai Melasti masih dengan sekujur tubuh basah berpeluh perjalanan berlanjut ke Pura Uluwatu untuk menyaksikan tarian Kecak yang menjadi ikon pulau dewata berlatar belakang langit biru memerah malu karena senja muncul perlahan dari tidur siangnya. Tampak garis laut membujur di sepanjang frame kamera saya, menambah cantik wajah pulau Bali. Sebelum memasuki Pura Luhur Uluwatu saya dan pengunjung lain akan dipasangkan kain saroong mengingat Pura Luhur Uluwatu sangat disucikan masyarakat Hindu sehingga banyak umat Hindu sangat yakin  disitulah tempat sebagai media untuk memohon karunia menata kehidupan di bumi ini. Saya beruntung dapat melihat dan mengunjungi sisa peninggalan sejarah abad ke 11 yang masih ada di area Pura Utama.

image

Menyusuri jalanan pinggiran tebing yang memukau, Melihat matahari tenggelam di arah Barat, Menikmati atmosfer magis tarian Kecak, Bercengkrama dengan monyet liar dapat menjadi aktivitas seru untuk dilakukan di sini. Tetapi tetap  harus waspada, karena monyet-monyet liar dari hutan kecil yang sengaja dibiarkan begitu saja mengincar barang-barang milik pengunjung yang menggantung.

image
image

Tarian Kecak berkisah Ramayana dengan tokoh-tokohnya yakni Rama, Shinta, Rawana, dan beberapa tokoh punakawan. Suara penari laki-laki bergumam “Cak.. Cak.. Cak.. Cak” tanpa alunan suara instrumen musik menambah syahdu pertunjukan apalagi ketika salah satu penari berkostum hanoman menerjang bola-bola api sontak membuat mata saya terbelalak terpesona. Saya sarankan untuk melihat pertunjukan Kecak usahakan datang lebih awal agar lebih leluasa dalam memilih tempat duduk yang selalu penuh sesak di setiap pertunjukkannya.

image
image
image

         Usai menikmati senja terindah di Pura Luhur Uluwatu dalam gelap malam kami bergegas menuju Hotel The Oasis Lagoon Sanur tempat kami beristirahat dari aktivitas padat di hari pertama #ExploreBali 2016 bersama AirportID. The Oasis Lagoon terletak di Jalan Danau Tamblingan, Sanur. Tidak afdol jika belum menuruti kebutuhan perut yang sedari tadi memanggil untuk mencicipi menu Bebek Goreng lengkuas dengan jus nanas. Benar-benar juara untuk rasa masakan Indonesianya.

One thought on “#EXPLOREBALI 2016 (Part 1) – Melihat, Merasakan Wajah Cantik Pulau Dewata yang Sesungguhnya

  1. Wah, senangnya bisa mendapat kesempatan eksplor Bali gratis. Melihat foto GWK diatas, membuat saya ingin kembali berkunjung kesana karena kemegahannya yang luar biasa, apalagi sekarang sudah mulai disatukan dengan patung-patung potongannya. Pasti akan terlihat sangat gagah jika sudah selasai disatukan. Pesona Bali memang tidak ada matinya!

Leave a Reply